Perbedaan Brosur Dengan Flyer

Diantara kita mungkin masih ada yang bingung atau salah persepsi mengenai perbedaan 

antara brosur dengan flyer. Sering juga orang tertukar dalam penyebutan kedua

Diantara kita mungkin masih ada yang bingung atau salah persepsi mengenai perbedaan 

antara brosur dengan flyer. Sering juga orang tertukar dalam penyebutan kedua item 

promosi ini dengan apa yang ia maksudkan sehingga jika berbicara dengan orang yang 

mengerti akan menjadi salah paham memaknainya, apalagi jika orang tersebut ingin 

membuat selebaran ini. Agar tidak bingung lagi simak penjelasan berikut ini.


· Flyer
  Flyer adalah selebaran berupa secarik/selembar kertas yang umumnya berukuran
  standar kertas A5 atau A4 untuk menginformasikan sebuah promosi bisnis dalam
  skala kecil dengan cakupan wilayah yang tidak terlalu luas.

  Flyer biasanya berisi tentang program khusus yang sifatnya sementara / berbatas waktu

  (temporary). Jadi bila Anda sedang melakukan program cuci gudang, program berhadiah 

  atau memberikan diskon khusus, maka buatlah flyer. Flyer biasanya menggunakan kertas 

  cetakan yang lebih murah dibandingkan brosur, bisa dengan menggunakan jenis kertas 

  HVS atau yang cukup ekslusif dengan menggunakan art paper /matte paper, karena 

  memang sifatnya yang harus segera disebarkan kepada banyak orang dalam waktu 

  tertentu dan hanya selama program berlangsung. Flyer memang sengaja dibuat seperti ini 

  untuk meminimalkan anggaran, dicetak dalam jumlah banyak dan dibagikan ke masyarakat 

  yang menjadi target penyampaian informasinya.

  Flyer biasa dibagikan beberapa saat sebelum sebuah kejadian/event berlangsung. Flyer 

  dibagikan dengan cara diberikan langsung (hand-to-hand) atau disebar dikerumunan 

  orang banyak. Informasi dalam flyer hanya dilihat sekilas oleh orang yang membacanya 

  kemudian dibuang begitu saja. Proses sebar-buang inilah yang kemudian menjadikan 

  namanya fly-er (terbang).


· Brosur
  Hampir mirip dengan flyer, brosur memiliki ukuran kertas standar internasional seperti 

  A5 atau A4, umumnya dicetak pada kedua sisi, namun brosur dalam pembuatannya dilipat
  sedangkan flyer tidak dilipat. Brosur dilipat secara horisontal sehingga membentuk jalur 

  lipatan yang vertikal dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel
  yang terpisah. Jika lipatannya hanya satu sehingga membuat 2 halaman pada masing-masing 

  sisinya, maka disebut brosur bi-fold (lipat 2). Namun jika lipatan pada kertas brosur ada 2 

  sehingga membentuk 3 halaman pada masing-masing sisi, maka disebut brosur tri-fold 

  (lipat tiga). Setiap halaman pada brosur biasa disebut panel, dapat memiliki isi materi yang 

  terpisah dari halaman lainnya. Masing-masing halaman memiliki layout, foto, headlines, 

  maupun isi yang berbeda-beda. Namun, bisa juga antar halaman merupakan isi yang
  berkesinambungan walaupun tidak disarankan. Brosur jika lebih dari satu lembar biasanya 

  distaples atau sekedar disusun tanpa distaples.

  Brosur biasanya memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, 

  fasilitas umum, profil perusahaan, sekolah, atau lainnya dengan maksud untuk 

  memperkenalkan produk dan sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa 

  yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat.

  Brosur merupakan media yang paling banyak digunakan oleh mereka yang sudah lama 

  menggeluti usaha/bisnis. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen
  untuk membeli suatu produk. Efektif disini tidak hanya berarti memerlukan ongkos produksi 

  yang cukup ringan, tapi juga bisa meyakinkan konsumen untuk segera melakukan Action 

  membeli. Media cetakan dalam bentuk brosur biasanya merupakan modal paling dasar/pokok
  yang digunakan oleh para salesman, agen penjualan, produsen dan toko untuk bisa
  menginformasikan kepada konsumen mengenai keunggulan utama dari sebuah produk.
  Di dalam Brosur kita bisa menjelaskan dengan detail apa saja kelebihan suatu produk,
  keuntungan apa saja yang didapat konsumen bila membeli produk tersebut, bentuk fisik, 

  warna, ukuran serta bagaimana cara mendapatkan produk tersebut. Fungsi & sifat utama brosur 

  adalah memperkenalkan produk atau merek dagang barang atau jasa yang Anda jual.

  Brosur dibuat untuk disimpan oleh orang yang diberikan selama beberapa saat dan dilihat 

  berulang kali, dan biasanya dibagikan pada akhir sebuah presentasi, pada acara pameran, di 

  bank-bank, kasir supermarket, atau bisa juga di klinik dokter. Besar harapannya orang-orang yang 

  tertarik dengan informasi produk atau jasa lebih lanjut akan mengambil brosur dan membacanya.


  Agar brosur Anda tampak menarik, diperlukan seorang Desainer yang bisa membuat lay out / 

  tata letak gambar dengan baik. Anda cukup menceritakan apa saja yang ingin dimunculkan dalam 

  brosur tersebut untuk kemudian dibuatkan beberapa alternatif desain/lay out.

  Kalau Anda menggunakan jasa Desainer ini, usahakan Anda menceritakan dengan rinci dan detail 

  mengenai produk Anda. Berikan beberapa contoh (sample) produk Anda kepada Desainer tersebut 

  untuk dapat dicoba dan dimengerti keunggulan apa saja yang bisa ditonjolkan dalam brosur. 

  Pastikan bahwa Desainer tersebut benar-benar mengerti akan produk Anda sebelum memulai untuk 

  mengerjakan desain brosur Anda.

Nah, sudah tahu kan mengenai perbedaan brosur dan flyer, semoga besok-besok tidak tertukar lagi 

menggunakan istilahnya. Salam sukses.

0 0
Feed